Sabtu, 30 Juni 2012

Makalah Metode Inkuiri


BAB I
PENDAHULUAN
Salah satu metode pembelajaran yang dapat menggiatkan dan menambah semangat belajar siswa untuk berpikir secara aktif dan kreatif adalah metode pembelajaran inkuiri. Metode pembelajaran inkuiri tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual tetapi seluruh potensi yang ada, termasuk pengembangan emosional dan pengembangan keterampilan. Di dalam metode inkuiri siswa dihadapkan pada sebuah masalah yang sengaja dibuat oleh guru atau hasil rekayasa, sehingga siswa harus mengerahkan semua
pikirannya dan keterampilannya untuk menemukan sesuatu yang menjadi teka-teki tersebut.

Pembelajaran inkuiri ini secara efektif dan efisien juga akan mengurangi monopoli seorang guru selama masa pembelajaran.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Inquiry merupakan suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku.[1]
2.2 Konsep Dasar Inkuiri
Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa.[2]
Dengan pengajaran ini, guru membuat suatu teka-teki atau pertanyaan kepada peserta didik tentang kejadian-kejadian yang menimbulkan konflik atau rasa ingin tahu siswa sehingga merangsang mereka untuk melakukan penyelidikan. Jadi, dalam strategi ini siswa memiliki peran yang sangat dominan, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan pembimbing siswa dalam pembelajaran.
2.3 Ciri Utama Inkuiri
Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri.[3]
1.      Strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaranitu sendiri.
2.      Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa.
3.      Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut agar menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Manusia yang hanya menguasai pelajaran belum tentu dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara optimal; namun sebaliknya, siswa akan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya manakala ia bisa menguasai materi pelajaran.
2.4 Macam-macam Metode Inkuiri
Menurut Nanang Hanafiah, dkk; dalam bukunya “Konsep Strategi Pembelajaran,” mereka menyebutkan ada tiga macam metode inkuiri. Diantaranya:
1.      Inkuiri terpimpin, yaitu pelaksanaan inquiri dilakukan atas petunjuk dari guru. Keduanya, dimulai dari pertanyaan inti, guru mengajukan berbagai pertanyaan yang melacak, dengan tujuan untuk mengarahkan peserta didik ke titik kesimpulan yang diharapkan. Selanjutnya, siswa melakukan percobaan untuk membuktikan pendapat yang dikemukakannya.
2.      Inquiry bebas, yaitu peserta didik melakukan penyelidikan bebas sebagaiman seorang ilmuwan, antara lain masalah dirumuskan sendiri, penyelidikan dilakukan sendiri, dan kesimpulan diperoleh sendiri.
3.      Inquiry bebas yang dimodifikasi, yaitu masalah diajukan guru didasarkan teori yang sudah dipahami peserta didik. Tujuannya untuk melakukan penyelidikan dalam rangka membuktikan kebenarannya.[4]
2.5 Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Inkuiri
Ada beberapa langkah yang harus ditempuh oleh seorang guru dalam melaksanakan metode pembelajaran inkuiri. Menurut Suryanti, dkk; di dalam bukunya “Model-model Pembelajaran Inovatif,” mereka membuat sebuah tabel yang berisi tahapan belajar dengan metode inkuiri.
Tabel. Tahap-tahap metode inkuiri
Tahap
Tingkah Laku Guru
Tahap 1
Observasi untuk menemukan masalah
Guru menyajikan kejadian-kejadian atau fenomena yang memungkinkan siswa menemukan masalah.
Tahap 2
Merumuskan masalah
Guru membimbing siswa merumuskan masalah penelitian berdasarkan kejadian dan fenomena yang disajikannya.
Tahap 3
Mengajukan hipotesis
Guru membimbing siswa untuk mengajukan hipotesis terhadap masalah yang telah dirumuskannya.
Tahap 4
Merencanakan pemecahan masalah (melalui eksperimen atau cara lain)
Guru membimbing siswa untuk merencanakan pemecahan masalah, membantu menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dan menyusun prosedur kerja yang tepat.
Tahap 5
Melaksanakan eksperimen (atau cara pemecahan masalah yang lain)
Selama siswa bekerja, guru membimbing dan memfasilitasi.


Tahap 6
Melakukan pengamatan dan pengumpulan data
Guru membantu siswa melakukan pengamatan tentang hal-hal yang penting dan membantu mengumpulkan dan mengorganisir data.
Tahap 7
Analisis data
Guru membantu siswa menganalisa data supaya menemukan suatu konsep
Tahap 8
Penarikan kesimpulan atau penemuan
Guru membimbing siswa mengambil kesimpulan berdasarkan data dan menemukan sendiri konsep yang ingin ditanamkan.
                      Sumber : Model-model Pembelajaran Inovatif, oleh: Suryanti, dkk.
2.6 Keunggulan dan Kelemahan Metode Inkuiri
1.      Keunggulan Metode Inkuiri
a.       Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.[5]
b.      SPI merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.[6]
c.       Peserta didik memperoleh pengetahuan secara individual sehingga dapat dimengerti dan mengendap dalam pikirannya.[7]
d.      Memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses menemukan sendiri karena pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan peran guru yang sangat terbatas.[8]
2.      Kelemahan Metode Inkuiri
a.       Keadaan kelas di kita kenyataannya gemuk jumlah siswanya maka metode ini tidak akan mencapai hasil yang memuaskan.[9]
b.      Jika siswa tidak memiliki kesiapan dan kematangan mental, maka metode inkuiri akan sangat terasa monoton dengan guru sebagai sumber belajar.
c.       Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.[10]




KESIMPULAN
Ø  Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran yang merangsang keterampilan berpikir peserta didik dengan cara menyajikan kejadian atau fenomena yang menimbulkan masalah yang akan diselidiki.
Ø  Strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan pemecahan masalah.
Ø  Ada tiga macam metode pembelajaran inkuiri, yaitu: inkuiri terpimpin, inkuiri bebas, dan inkuiri bebas yang dimodifikasi.
Ø  Ada 8 tahap yang harus dilakukan guru dalam menjalankan metode inkuiri, yakni:
1.      Observasi untuk menemukan masalah,
2.      Merumuskan masalah,
3.      Mengajukan hipotesis,
4.      Merencanakan pemecahan masalah,
5.      Melaksanakan eksperimen,
6.      Melakukan pengamatan dan pengumpulan data,
7.      Analisis data, dan
8.      Penarikan kesimpulan atau penemuan.




DAFTAR PUSTAKA
Nanang Hanfiah, dkk, Konsep Strategi Pembelajaran, Bandung: Refika Aditama, 2010.
H. Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana, 2011.
Suryanti, dkk, Model-model Pembelajaran Inovatif (Edisi Revisi), Surabaya: Unesa University Press, 2009.




[1] Nanang Hanfiah, dkk, Konsep Strategi Pembelajaran, (Bandung: Refika Aditama, 2010), hal. 77
[2] H. Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2011), hal. 196
[3] Ibid, hal. 196-197
[4] Nanang Hanfiah, dkk, Konsep Strategi Pembelajaran, (Bandung: Refika Aditama, 2010), hal. 77
[5] H. Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2011), hal. 208
[6] Ibid, hal. 208
[7] Nanang Hanfiah, dkk, Konsep Strategi Pembelajaran, (Bandung: Refika Aditama, 2010), hal. 79
[8] Ibid, hal. 79
[9] Ibid, hal. 79
[10] H. Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2011), hal. 208 
Terima Kasih Atas Kunjungannya. Jika berkenan, mohon bantuan untuk memberi vote Google + untuk halaman ini dengan cara klik tombol G+ di samping. Dilarang keras mengcopy artikel ini, apabila memang sangat diperlukan, wajib bagi anda untuk mencantumkan link sumbernya.
Judul: Makalah Metode Inkuiri; Ditulis oleh Saddam al-Majdzub; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar